ReviewReviewReviewReviewReviewHAFALAN SHALAT DELISAApr 4, '08 10:23 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Religion & Spirituality
Author:Tere Liye
Buku ini sudah lumayan lama dan sudah banyak yang menulis resensinya, silahkan di search saja di mp pasti akan banyak sekali yang meresensinya. Apalagi kalau di googling, pasti lebih banyak.

Saya membeli novel ini tanpa sengaja. Ceritanya sekitar setahunan yang lalu. Saat itu sebelum pulang ke kampung halaman, saya sempatkan dulu untuk mampir ke Toga Mas DTC. Setelah Cuma keliling saja melihat-lihat buku yang berjajar di rak, mata saya kemudian tertumbuk pada sebuah buku bergambar anak kecil memakai mukenah. Judulnya kelihatan menarik. Dan ketika saya lihat-lihat yang memberi komentar juga bukanlah orang sembarangan.

Mungkin saya sudah jodoh kali dengan novel ini . Saya langsung beli saja. Tak perlu menunggu lama. Inilah novel pertama yang saya beli, yang selanjutnya membuat saya ketagian membeli buku-buku sejenis.

Saya mulai membaca novel ini ketika sedang berada di bus saat perjalanan pulang. Saaat itu saya senyum-senyum sendiri membaca tingkah Delisa saat dibangunkan kakaknya untuk sholat subuh. Sesampai di rumah, saya cuma sebentar saja melanjutkan membaca karena memang sudah sangat capek dan mengantuk kala itu. Saya baru melanjutkan membaca habis sholat subuh. Suasana mendukung sekali kala itu. Masih sepi. Saya membacanya di ruang tamu sendirian. Saat itulah saya tak bias membendung air mata saya yang deras mengalir. Uigh bagaimana bisa seorang Delisha yang masih enam tahun bisa mengucapkan kalimat seindah itu.”Delisa…D-e-l-i-s-a cinta Ummi… Delisa karena Allah”, kalimat itulah yang membuat saya tergugu lama, mata basah, dan hidung meleleh. Saya bahkan harus menghentikan sejenak membaca novel itu karena emosi saya begitu meluap-luap. Seperti diaduk-aduk.Entah apa jadinya kalau saya paksakan. Mungkin saya bisa teriak histeris.

Membaca novel ini tak pernah sekalipun saya merasa bosan. Setiap halamannya mengajak kita untuk selalu merenung, trenyuh, atau bahkan berintrospeksi diri (selain mengajak kita sesenggukan tentunya). Salah satu yang beda dari novel ini adalah catatan-catatan kaki dari penulisnya yang cukup mengena.

Hanya satu kekurangan novel ini kenapa kok hanya 248 halaman (*he..he..he..*), seperti tak rela saja kehilangan wajah ceria Delisa ketika memasuki lembar-lembar terakhir. Ada yang terasa menghilang.

Pokoknya bagus sekali deh. Saya rekomendasikan kepada semuanya untuk membeli, tak hanya meminjam. Karena selain isinya yang memang bagus tadi, novel ini tak membosankan juga untuk kita baca berulang-ulang.


11 CommentsChronological   Reverse   Threaded
lulukqurrota wrote on May 14
ReviewReviewReviewReview
saya ga bisa nahan nagis waktu baca buku ini... Subhanallah, banyak belajar dari delisa kecil...
mylathief wrote on May 14
saya ga bisa nahan nagis waktu baca buku ini... Subhanallah, banyak belajar dari delisa kecil...
yup. bisa bengkak emang tu mata
beeteam01 wrote on May 17
ReviewReviewReviewReviewReview
good ever
abuziyad wrote on May 22
ReviewReviewReviewReviewReview
saya pun bercucuran air mata ketika membacanya.
terbayang langsung Aceh tanah yang kini jadi kampung halaman kami juga sekeluarga...

sangat menyentuh!
mylathief wrote on May 22
saya pun bercucuran air mata ketika membacanya.
terbayang langsung Aceh tanah yang kini jadi kampung halaman kami juga sekeluarga...

sangat menyentuh!
yup, pokoknya beli buku ini jadi rugi, g malah seneng malah sedih, mbuat orang nangis.

he..he..he
sakanaa wrote on Jun 15
ReviewReviewReview
saya belum dapet kesempatan baca nih, tapi liat komen temen2 jadi pengen baca..
berapa sih harganya..?
mylathief wrote on Jun 15
sakanaa said
saya belum dapet kesempatan baca nih, tapi liat komen temen2 jadi pengen baca..
berapa sih harganya..?
coba baca.
kalo mw beli tunggu aja edisi revisiannya, kata penulisnya mw diterbitkan edisi revisi plus re-cover.
sakanaa wrote on Jun 16
kalo mw beli tunggu aja edisi revisiannya, kata penulisnya mw diterbitkan edisi revisi plus re-cover
emang kenal ya sama penulisnya? hebet euy jaringannya.

syukron ya akh iqbal infonya.
mylathief wrote on Jun 16
sakanaa said
emang kenal ya sama penulisnya? hebet euy jaringannya.

syukron ya akh iqbal infonya.
wah, kenal sih nggak. cuma baca di blognya. mp-nya tuh darwisdarwis.mp.com
dysisphiel wrote on Jun 20
setuju!! ini novel pertama dari sekian banyak novel yg pernah sy bc, yg bikin nangis bkn hnya sekali, hihihi, jd malu deh..
mylathief wrote on Jun 20
setuju!! ini novel pertama dari sekian banyak novel yg pernah sy bc, yg bikin nangis bkn hnya sekali, hihihi, jd malu deh..
he..he..bener banget, pokoknya penulisnya tuh jahat banget bikin nangis banyak orang
Add a Comment
How would you rate this book? (optional)
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Modified from Mediterranean by John Whittet.
Originally on the CSS Zen Garden.
Used and Modified with permission from the author.